Kamis, 31 Maret 2016



Harga jual fiberglass batangan untuk pembuatan busur panahan horsebow:

  1. Ukuran 4 x 30 x 1200 mm = harga Rp. 210.000,-
  2. Ukuran 5 x 30 x 1200 mm = harga Rp. 225.000,-
  3. Ukuran 6 x 30 x 1200 mm = harga Rp. 250.000,-


Perlengkapan lain:
  1. 1 set handle dan siyah = Rp. 75.000,-
Contoh busur yang bisa dibuat dengan fiberglass strip ini:




Ukuran dan warna fiberglass tergantung stok yang ada. Untuk mengetahui ketersediaan barang, silakan kontak ke WA Kang Roy: 081804203044.

Rabu, 23 Maret 2016

Perang Uhud, salah satu perang besar yang terjadi antara kaum muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan kaum musyrikin Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb (yang ketika itu masih kafir). Perang ini merupakan perang yang dahsyat, bagaimana tidak... kaum musyrikin Makkah rela menempuh perjalanan sejauh 450KM (berjalan dari Makkah ke Madinah) untuk menghabisi kaum muslimin.

Di pertempuran ini pula terbunuh Singa Allah Hamzah Bin Abdul Muththalib, paman dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Perang ini terjadi di sekitar bukit Uhud di luar kota Madinah, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam mengatur posisi pasukan dengan membelakangi Uhud dan menghadap Madinah, sehingga pasukan musuh berada di tengah kaum muslimin dan Madinah.


Jabal Rumat, foto diambil dari lokasi perang Uhud

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menunjuk satu detasemen yang terdiri 50 dari pemanah ulung yang dikomandani oleh Abdullah bin Jubair, pasukan ini diposisikan di Jabal Rumat / Jabal Ainain, sekitar 150 meter dari pasukan kaum Muslimin. Karena pentingnya posisi pemanah ini, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda kepada mereka: "Lindungilah kami dengan anak panah, agar musuh tidak menyerang kami dari arah belakang. Tetaplah di tempatmu, entah kita di atas angin atau pun terdesak, agar kita tidak diserang dari arahmu."

Beliau juga bersabda: "Lindungilah punggung kami. Jika kalian melihat kami sedang beretempur, maka kalian tidak perlu membantu kami. Jika kalian melihat kami telah mengumpulkan harta rampasan, maka janganlah kalian turun bergabung bersama kami."

Al-Bukhori meriwayatkan: Beliau bersabda:"Jika kalian melihat kami disambar burung sekalipun, maka janganlan kalian meninggalkan tempat itu, kecuali ada utusan yang datang kepada kalian. Jika kalian melihat kami dapat mengalahkan mereka, maka janganlah kalian meninggalkan tempat, hingga ada utusan yang datang kepada kalian."

Akan tetapi tatkala pasukan kaum muslimin hampir meraih kemenangan dan pasukan pemanah melihat orang-orang muslim sudah mengumpulkan harta rampasan dari pihak musuh, mereka pun dikuasai egoisme kecintaan terhadap duniawi. 40 pemanah melanggar perintah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam dan turun ke lembah Uhud untuk ikut mengumpulkan harta ghanimah. Hingga tertinggal 10 pemanah saja di Jabal Rumat.

Dalam kondisi ini, situasi berbalik hingga kaum muslimin terjepit dan kocar-kacir hingga hampir-hampir Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam terbunuh.

Akan tetapi dalam pertempuran selanjutnya, kaum muslimin yang dipimpin Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam mampu membalikkan keadaan hingga menguasai pertempuran, meskipun banyak sekali para sahabat yang gugur demi menyelamatkan beliau.

Jabal Uhud
Melihat begitu sengitnya pertempuran antara dua kekuatan besar saat itu, serta dengan menganalisa jalannya pertempuran, maka akan banyak sekali pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil. Salah seorang penggiat panahan tradisional sekaligus ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia) Irvan Pani Abu Aqilah meringkasnya menjadi beberapa poin.

Hikmah yang bisa kita pelajari dari Perang Uhud:

  1. Bahwa pemanah wajib sabar; tidak boleh tergesa-gesa, grasa-grusu, sradak-sruduk, tidak boleh terlalu cepat mengambil kesimpulan.
  2. Bahwa pemanah wajib waspada dan awas; tidak boleh lalai, lengah, terhanyut, apalagi terhasut.
  3. Bahwa pemanah wajib istiqomah taat dan bersikap amanah pada tugas yang dibebankan padanya.
  4. Bahwa pemanah harus cerdas dan cerdik, memiliki rasio, logika, dan penuh perhitungan dalam setiap tindakannya dan paham atas konsekuensi dari semua tindakannya tersebut.
  5. Bahwa dalam pemikiran dan perbuatan pemanah harus memprioritaskan apa-apa yang penting menurut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, terutama sunnah-sunnah beliau.
  6. Bahwa hati pemanah harus selalu berzikir mengingat Allah Yang Berkuasa atas setiap aktivitas panahan (QS Al Anfal ayat 17: wamaa ramayta idz ramayta walaakinna Allaaha ramaa) sehingga tidak mudah tergoda oleh fitnah dunia.

Dari segi teknis, melihat posisi Jabal Rumat dan pasukan kaum muslimin, maka para pemanah terdahulu mampu menembakkan anak panah sejauh 150 meter untuk menghalau detasemen musuh yang dikomandani oleh Khalid bin Walid.

Melihat jarak panahan yang begitu jauh (150 meter), tentunya membuat kita harus semakin giat berlatih untuk menajamkan insting memanah kita. Lebih dari itu, kita membutuhkan sarana panahan yang terbaik, dari tekniknya, busurnya serta anak panahnya, quiver dan sebagainya.

Bagaimana dengan anda? Sudah latihan hari ini?

Jumat, 11 Maret 2016

Okmeydani dan Kemankes, Bukti Kejayaan Ilmu Memanah Kesultanan Usmani part II

 menzil taşı



Tentang Panahan Jarak Jauh dan Batu Jarak

Salah satu dari cabang panahan Turki yang dilakukan di okmeydani adalah "menzil atışı" yaitu memanah jarak jauh. Panahan ini termasuk jenis panahan sport. Busur yang digunakan kemankes di panahan ini tetaplah busur turki tetapi mempunyai bentuk yang berbeda, saat dalam kondisi unstring lebih mendekati bentuk O seperti busur korea yang mereka sebut "menzil yayı". Di sini para kemankes berlomba untuk mencapai jarak terjauh.

Pada awal pembuatan okmeydani seorang pemanah menembakkan panah untuk menentukan jarak. Tempat jatuhnya anak panah itu dibangun "ana taşı" atau batu utama. Setiap kali ada rekor baru yang berhasil dibuat, sebuah prasasti granit yang bernama "menzil taşı" atau batu jarak akan didirikan. Prasasti baru akan didirikan bila ada yang berhasil memecahkan rekor terakhir. Prasasti ini biasanya berbentuk klasik, bunga tulip, atau kesultanan dan nama pemanahnya dipahat untuk mengenang pemanah berprestasi tersebut.

Berikut beberapa rekor tertinggi panahan jarak jauh,

  1. Tozkoparan Iskender 1281 gez (845,79 m) 
  2. Mir-i Alem Ahmed Ağa 1271,5 gez (839,18 m) 
  3. Bursalı Şuca 1243,5 gez (820,71 m) 
  4. Tozkoparan Iskender 1279 gez (844,14 m) 
  5. Parpol Huseyin Efendi 1207 gez (796,62 m) 
  6. Çullu Ferruh 1223 gez (807,18 m) 
  7. Lendufa Cafer 1209,5 gez (798,27 m) 
  8. Sultan II. Mahmud 1228 gez (810,48 m), 1225 gez (808,5m), 1219 (804,54 m) 
Rekor jarak terjauh dipegang oleh Tozkoparan Iskender dengan jarak 845,79 meter yang merupakan rekor jarak panahan terjauh yang pernah tercatat sepanjang sejarah. Ketika Tozkoparan membuat rekor menakjubkan tersebut ia dipersembahkan gelar "Cihan Pehlivani" atau pegulat alam semesta. Hal ini tidaklah aneh karena panahan jarak jauh selain membutuhkan teknik yang sangat baik juga membutuhkan busur berkekuatan (ber poundage) tinggi. Beberapa sultan Usmani seperti Murad ke 4, sang penakluk Baghdad, Selim ke 3, dan Mahmud ke 2 juga mempunyai beberapa batu jarak atas nama mereka di Okmeydanı. Ini membuktikan para sultan dahulu bukanlah anak raja yang tidak mempunyai keahlian.

Prasasti-prasasti batu ini masih ada tersebar di beberapa tempat di daerah okmeydani. Seiring waktu mereka hanya menjadi relik masa lalu yang bahkan masyarakat Turki kebanyakan sendiri tidak tahu apa artinya. Banyak dari prasasti ini bahkan telah dipotong karena menghalangi jalan. Akan tetapi roda kehidupan berputar dan menzil taşı menjadi salah satu dasar kekaguman dunia Barat maupun internasional.

Pada tahun 1795, seorang konsulat Turki di Inggris yang bernama Mahmud Efendi menembakkan 3 anak panah ketika dia diundang oleh anggota Komunitas Toxophilite. Jaraknya diukur dengan seksama dan mereka terkejut ketika mengetahui jarak dari anak panah yang paling jauh adalah 440 meter, lebih jauh hampir 100 meter dari jarak terjauh yang pernah dicapai busur panjang Inggris (English longbow). Selain itu Mahmud Efendi berkata bahwa dia sedang tidak enak badan di saat itu, dan juga busur yang digunakannya bukanlah busur yang bagus ditambah pula dia hanyalah seorang amatir. Rupanya beliau tidak bercanda karena memang banyak pemanah yang bisa memanah lebih jauh dari beliau.

Peristiwa tersebut merupakan kejadian bersejarah di mana panahan Turki mulai menarik perhatian masyarakat luas khususnya di dunia Barat. Setelah itu, beberapa kitab ilmu panahan pun diterjemahkan oleh beberapa sejarawan ke dalam bahasa Inggris. Berkat usaha mereka, peneliti, dan pemanah lokal, menzil taşı dapat menjadi bukti jayanya ilmu panahan di Turki.

Gambar: beberapa bentuk menzil taşı (atas), dan menzil taşı atas nama Beşir Ağa dan Dr. Paul Ernest Klopsteg ketika mengungjungi Istanbul pada tahun 1930 (bawah)

Sumber: artikel hoca Murat Ozveri dalam turkishculture.org, buku The Arms of The Sultans oleh Hilmi Aydin ‪

#‎islamicarchery‬ ‪#‎panahanislam‬ ‪#‎sejarahislam‬ ‪#‎islamicgoldenage‬ ‪#‎warisanummat‬

Penulis: fahmi ranggamurti

Rabu, 02 Maret 2016



Hal yang sering terjadi pada saat seorang pemanah melepaskan anak panah adalah tidak lurusnya anak panah ketika melesat lari dari busur. Anak panah meliuk-liuk seperti naga dan akhirnya tidak bisa menancap dengan tegak lurus di papan target. Hal ini lebih terlihat ketika kita mengambil jarak tembak yang lebih jauh, biasanya mulai terlihat pada jarak tembak 15-20 meteran.

Nah, untuk itu, kita harus mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, sehingga kita bisa menguranginya bahkan menghilangkannya.

Faktor pemanah


  • Tekanan pada nock anak panah oleh dasar jari telunjuk dari semenjak awal menarik hingga saat release; 
  • tali busur bergerak menjauh dari dasar nock selama menarik hingga release; 
  • release yang kurang sempurna; 
  • memanah melawan arah angin; 
  • genggaman tangan yang longgar pada gagang; 
  • kombinasi pemanah yg lemah dan busur yang terlalu lemah.


Faktor busur


  • Ketidakseimbangan antara kedua siyah, 
  • limb bawah yang lebih dominan dari limb atas; 
  • gagang yang bengkok; 
  • limb atas atau limb bawah yang bengkok; 
  • siyah yang tipis dan bengkok; 
  • busur yang terlalu panjang; 
  • busur yang terlalu kuat dan anak panah yang terlalu ringan; 
  • dan busur yang terlalu ringan dan anak panah yang terlalu berat.


Faktor tali busur


  • Tali yang terlalu panjang; tali yang terlalu tebal dan nock yang terlalu sempit; 
  • tali yang terlalu tipis dan nock yang terlalu lebar; 
  • ketidakseimbangan ukuran mata tali busur, yang satu terlalu kecil dan yang lainnya terlalu besar; 
  • kedua mata tali yang terlalu besar; 
  • tali bagian atas lebih tebal dan tali bagian bawah lebih tipis, 
  • tali bagian atas lebih tipis dan tali bagian bawah lebih tebal; 
  • dan tali terlalu ringan bagi busur


Faktor anak panah


  • Ketidakseimbangan berat masing-masing bulunya; 
  • beberapa bulu terlalu tinggi dan beberapa lainnya terlalu rendah; 
  • bulu terlalu banyak; 
  • bulu terlalu sedikit; 
  • beberapa bulu yang rontok; 
  • nock terlalu besar; 
  • retak atau lubang pada shaft; 
  • shaft yang terlalu berat dan mata panah yang terlalu ringan; 
  • shaft yang terlalu ringan dan mata panah yang terlalu berat; 
  • anak panah yang bengkok; 
  • mata panah yang terlalu ringan dan terlalu banyaknya bulu; 
  • mata panah yang terlalu berat dan bulu yang terlalu sedikit.
Dengan mengetahui faktor penyebab larinya anak panah tidak lurus alias meliuk, maka setidaknya kita bisa memperbaiki teknik dan alat agar menghasilkan tembakan yang lurus dan bagus.

Ketua KPBI, Komunitas Panahan Berkuda Indonesia