Selasa, 26 April 2016

Adab & Tata Krama: Pinjam Meminjam Busur



Dalam kitab2 para ahli memanah dikatakan bahwa di dunia ini akan ada busur yang paling sesuai/cocok/jodoh bagi masing2 pemanah sesuai dengan perawakannya dan busur tersebut akan semakin terpersonalisasi setelah dipakai oleh si empunya hingga terdeformasi/berubah bentuk secara mikrostruktur menurut kebiasaan cara memanah si empunya.



Apabila busur tersebut digunakan oleh orang yang berbeda dengan kebiasaan memanah yang berbeda maka busur akan terdeformasi kembali menjadi bentuk yang lain. Terlalu banyak deformasi pada busur adalah tidak baik karena akan menurunkan kemampuan busur tersebut. Istilah kesehariannya: banyak tangan bisa cepet rusak.

Maka adalah hak si empunya busur untuk menolak meminjamkan ke orang lain, dan apabila ada orang yang ditolak keinginannnya untuk meminjam maka ia tidak boleh tersinggung. Dan apabila diperbolehkan maka harus menunjukkan rasa terima kasih dan hormat, karena telah dipinjamkan sesuatu yang sifatnya personal atau pribadi. Di sisi dunia lain bahkan ada yang menganalogikan busur sebagai seorang istri yang haram untuk dipinjamkan ke orang lain

Penulis: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

0 komentar: