Selasa, 31 Mei 2016



Mumpung masih pagi dan pikiran cerah, nambah wawasan ttg biografi ahli panahan peradaban Islam dari kalangan imam mazhab panahan...

Sesungguhnya ada sekitar 10 imam panahan yang terkenal yg hidup dari abad ke 8 hingga 10, tapi yg paling terkenal adalah 4 org yg akan disebutkan berikut:

Abu Hashim Al Mawardi (wafat paruh pertama abad ke-8)

Beliau berasal dari Khorasan, berpostur tinggi, tungkai2 panjang, rentang tangan panjang, leher panjang. Mazhab panahannya seperti panahan Persia Sasaniyah dan berbasis panahan infantri dan menembak jarak jauh. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan langsung dari sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu'anhu.

Thahir Al Balkhi (wafat paruh kedua abad ke-8)

Beliau berasal dari Kota Balkh di Khorasan, berpostur pendek, tungkai2 pendek, rentang tangan pendek, tangan gempal, leher pendek, jenggot panjang. Mazhabnya adalah panahan Khorasan yang merupakan perpaduan panahan Arab dan Persia, berbasis panahan berkuda dan panahan infantri. Diriwayatkan bahwa beliau mendapatkan ilmu panahan dari seorang putri sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu'anhu.

Ishaq Ar Raqqi (wafat paruh pertama abad ke-9)

Beliau berasal dari Kota Raqqah di Irak utara yang pernah menjadi ibukota Khalifah Abbasiyah, Harun Ar Rasyid. Berpostur sedang. Mazhabnya adalah hasil pengembangan panahan Abbasiyah yang mengambil jalan pertengahan antara Mazhab Abu Hashim dan Mazhab Thahir. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan dari Abu Hashim Al Mawardi.

Abdurrahman Ath Thabari (wafat paruh kedua abad ke-9)

Beliau berasal dari wilayah Thabaristan di utara Persia. Beliau seorang keturunan Arab yang nenek moyangnya hijrah ke Thabaristan. Beliau berkelana menuntut ilmu panahan di Irak dan Khorasan. Mazhabnya disebut Mazhab Ikhtiyariyah (pilihan), karena menggunakan pendekatan memadukan teknik-teknik Mazhab Abu Hashim, Thahir, dan Ishaq, kemudian memilih elemen-elemen teknik yang paling cocok bagi diri seseorang berdasarkan postur tubuh dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan dari putra-putra Abu Hashim.

Merupakan suatu adab para pemanah muslim semenjak zaman dahulu, bahwa ketika hendak berlatih atau memulai kegiatan memanah, setelah bersalawat pada Nabi, mereka turut mendoakan para pemanah dari kalangan sahabat: Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu Thalhah Al Anshari, Qatadah bin An Nu'man, Uqbah bin Amir Al Juhani, dsb... dan juga turut mendoakan para imam panahan tersebut, serta para mujahidin dan syuhada' dari kalangan pemanah...

By Irvan Pani
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Indonesian Horseback Archer

Pemanah Cilegon

Bersama Aa' Gym

Genk Blangkon


Kafilah Pemanah Joglo

Genk Lurik

Pemanah Palembang

Genk Peci

Genk Hitam

Shoot..!!!

Jumat, 27 Mei 2016



Beliau bernama Necmeddin (Najmuddin) Okyay, lahir tahun 1883 di Istanbul. Ayahnya seorang imam masjid. Beliau juga kemudian jadi imam masjid, juga sebagai ahli kaligrafi, seni ebru (hiasan marmer), seni pembuatan buku, guru dan pengajar kaligrafi dan seni di akademi seni Utsmaniyah.

Beliau belajar panahan dari pelatih panahan Sultan Abdulaziz, menjadi ahli dan juga sebagai bowyer. Di tahun 1920 an turut meramaikan Okmeydan di Istanbul. Namun setelah keruntuhan Utsmaniyah  di tahun 1922, kegiatan panahan dihentikan dan dimulai lagi atas inisiatif Republik Turki di tahun 1930-an, di mana beliau turut serta menggiatkan. Ketika perang dunia kedua terjadi, panahan kembali dihentikan hingga beliau pensiun di tahun 1958.



Beliau dianggap sebagai orang terakhir yang menguasai ilmu panahan peradaban Islam yang disempurnakan di zaman Utsmaniyah, setelah wafat di tahun 1976, sanad ilmu panahan Islam terhenti karena beliau tidak meneruskan kepada murid atau siapapun.

Beliau juga dianggap sebagai seorang Utsmani sejati yang terakhir.

by: irvan pani abu aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Rabu, 25 Mei 2016


Horsebow by Khan Shab 

Dalam berbagai kitab panahan peradaban Islam yang umumnya menggunakan Bahasa Arab, lazim disebut berbagai prinsip-prinsip memanah sebagai berikut:


  1. Menggenggam gagang busur dengan tangan kiri - Qobdhoh (القبضة).
  2. Mengepalkan tangan kanan dalam teknik thumbdraw - Qoflah (القفلة) atau Mengunci tali busur - Aqd (العقد).
  3. Mengaitkan anak panah ke tali busur - Tafwiq (التفويق).
  4. Membidik sasaran - I'timad (الاعتماد) atau Melihat - Nadzor (النظر).
  5. Menarik busur - Mad (لمد).
  6. Melepaskan anak panah - Iflat (الافلات) atau Membebaskan - Ithlaq (الاطلاق).
  7. Gerakan ikutan - Fathah (فتحه).
  8. Cara berdiri - Intishob (الانتصاب).
  9. Memasang tali busur - Iytar (الايتار).

Dan sebagainya...
Selayaknya diperkenalkan kembali dan dilestarikan...
‪#‎islamicarchery‬
‪#‎terminology‬
‪#‎islamichistory‬
‪#‎warisanumat‬
‪#‎belajarmemanahdarisumberperadabanIslam‬

Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)