Adab dan Akhlak Pemanah Terhadap Guru, Para Ahli, Senior, dan Rekan Sesama Pemanah



Panahan yang merupakan perpaduan kesakralan sunnah dan bagian kedisiplinan furusiyah memiliki tujuan mulia, yaitu menciptakan seorang Faris yang mahir, tangkas, berbudi luhur, beradab dan berakhlak mulia. Oleh karena itu para ulama dan ahli panahan di masa lalu menetapkan berbagai kode etik, adab, dan akhlak yang berasal dari syariat Islam yang wajib diterapkan oleh setiap Pemanah Muslim .

Setelah mengetahui 15 adab dan akhlak Pemanah Muslim secara umum, maka berikut adalah adab dan akhlak Pemanah Muslim terhadap para guru, para ahli, para senior dan rekan-rekannya sesama pemanah yang dirangkum dari berbagai kitab panahan peradaban Islam.

Adab dan Akhlak terhadap Guru, Ahli, Senior:

1. Rendah hati dan hormat dalam bersikap kepada guru, ahli, dan senior.

2. Sopan dan ramah dalam berbicara kepada guru, ahli, dan senior.

3. Memahami kebiasaan, adat istiadat, tata krama, perilaku keseharian maupun tata cara pelatihan guru, ahli, dan senior, serta berusaha menyesuaikan diri terhadap hal-hal tersebut.

4. Selama proses pelatihan, seorang pelajar harus menemui dan meminta nasihat pada para guru, ahli, dan senior.

5. Secara teratur, ia harus menyaksikan bagaimana para pemanah kelas atas memanah tanpa turut memanah juga dan berusaha keras untuk menyerap hal-hal baik dari apa yang ia lihat maupun dari pembicaraan-pembicaraan mereka.

6. Seorang pelajar baru boleh bergabung dan memanah bersama dengan para ahli dan senior apabila telah dianggap layak oleh mereka, setelah mereka melihat dan menilai tingkat kemahiran yang ditunjukkannya.

Adab dan Akhlak terhadap Rekan sesama pemanah

1. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh terlalu sering melihat pada rekannya.

2. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh mengganggu rekannya.

3. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh mengalihkan perhatian rekannya dengan cara apapun seperti mengajak berbicara atau semisalnya.

4. Tidak boleh mencela kesalahan-kesalahan rekannya atau menertawakannya, karena jika seseorang melecehkan saudara sesama Muslim karena suatu kemalangan, maka hal yang sama akan berbalik pada dirinya. Rasulullah   bersabda, “Janganlah kalian menyakiti kaum Muslimin dan janganlah melecehkan mereka dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka (HR At Tirmidzi).”

5. Pemanah, dan tentunya setiap Muslim dan Mukmin, harus lebih memperhatikan kesalahan dirinya sendiri dibanding mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain.

6. Banyak memuji Allah serta tidak boleh dengki dan iri hati terhadap keberhasilan rekan sesama pemanah.

7. Tidak boleh meremehkan keberhasilan pemanah lain dengan mengatakan, “Lumayan juga untuk seorang yang bukan pemanah sejati!” atau, “Itu suatu kebetulan!” Perilaku seperti ini adalah perilaku orang rendahan dan jahil yang tidak paham tentang kehidupan dan tidak mempunyai pengalaman nyata dalam menangani sesama manusia maupun berbagai urusan lainnya.

Semoga Bermanfaat

#akhlakdanadabpemanah
#islamicarchery
#sunnahmemanah
#panahandarisumberislam
#muslimarcher
#furusiyah
#jiwakesatria

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Komentar

  1. Ustadz mohon ini saya kutip artikel panjenengan untuk materi pembinaan remaja masjid di tempat kami

    BalasHapus
  2. as km mohon saran adakah guru memanah yang mau ke tanah laut kalsel, terimakasih,..085249794299

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan WA ke 081804203044 untuk detailnya

      Hapus

Posting Komentar