Minggu, 19 Juni 2016

Prinsip, Cabang, Rukun Panahan dan Sifat yang Harus Dimiliki Seorang Pemanah



Prinsip Panahan Dari Para Ahli Panahan (Hal-Hal Yang Harus Dikuasai Oleh Seorang Pemanah)

Menurut:
Abu Hashim Al Mawardi (abad 8 Masehi):
  1. Cara memegang busur (Bahasa Arab: qabḍah),
  2. Cara mengepal/kuncian (qaflah),
  3. Cara membidik (i‘timad),
  4. Cara melepaskan (iflat).

Thahir Al Balkhi (abad 8 Masehi):

  1. cara memegang busur,
  2. cara mengepal,
  3. cara membidik,
  4. cara memasang anak panah pada tali busur (tafwiq)
  5. cara melepaskan.

Ishaq Ar Raqqi (abad 9 Masehi):

  1. cara berdiri dengan menyamping di mana sisi badan menghadap target sehingga target menjadi sejajar dengan mata kiri,
  2. cara memasang tali busur,
  3. cara memasang anak panah pada tali busur,
  4. cara mengepal,
  5. cara memegang busur, 
  6. cara membidik,
  7. cara menarik busur dengan dijangkar di sekitar mulut,
  8. cara menjadikan mata panah berada pada ruas kedua jari jempol kiri,
  9. cara melepaskan,
  10. cara membuka tangan dari posisi menggenggam.

Abu Ja‘far Muhammad bin Al Hasan Al Harawi (abad 9 Masehi):

  1. cara memasang tali busur,
  2. cara memasang anak panah pada tali busur, 
  3. cara mengepal,
  4. cara memegang busur, 
  5. cara menarik busur,
  6. cara membidik,
  7. cara melepaskan.

Taybugha Al Ashrafi Al Baklamishi Al Yunani (abad 14 Masehi):

  1. cara memegang busur,
  2. cara mengepal,
  3. cara menarik busur,
  4. cara melepaskan,
  5. cara membidik, 
  6. cara memasang anak panah pada tali busur

B. Cabang Panahan (Hal-Hal Yang Membantu Menyempurnakan Keahlian Memanah)


  1. menarik busur dengan seimbang dan mantap,
  2. terkait kapasitas dari busur,
  3. terkait kapasitas tali busur,
  4. terkait kapasitas takikan anak panah yang dikaitkan pada tali busur,
  5. terkait kapasitas dari anak panah, 
  6. terkait daya lontar busur,
  7. terkait kemampuan memanah pada saat mengenakan pakaian perang secara lengkap,
  8. terkait keahlian memanah secara akurat, 
  9. terkait dampak kerusakan yang diderita oleh sasaran.


C. Rukun Panahan


  1. kecepatan,
  2. kekuatan,
  3. akurasi, dan
  4. perhatian terhadap pertahanan diri

Taybugha mengatakan rukun panahan ada 5:

  1. akurasi,
  2. daya hancur,
  3. kemampuan menembak jarak jauh,
  4. kecepatan, 
  5. perlindungan diri

D. Sifat Pemanah

Kesabaran dan kewaspadaan serta hal-hal yang menjadi prinsip-prinsip akhlak seorang Faris/Ksatria menurut Ibn Akhi Hizam seperti:


  1. Sikap takwa dan patuh kepada Allah,
  2. Sikap berani dan hati-hati, 
  3. Sikap penuh pertimbangan dan perhitungan yang presisi,
  4. Sikap sopan santun dan menghormati tata krama,
  5. Sikap sabar,
  6. Sikap tabah,
  7. Sikap hormat terhadap tugas dan tanggung jawab,
  8. Sikap rendah hati dan dermawan, dan
  9. Kemampuan untuk mengatasi rasa takut.

E. Para Ahli Panahan

Para ahli panahan yang terdokumentasi:

  1. Shapur II Dzul Aktaf (Raja Persia Sasaniyah abad 4 Masehi)
  2. Bahram Gur (Raja Persia Sasaniyah abad 5 Masehi)
  3. Sa'ad bin Abi Waqqash rodhiyallahu'anhu (dari Hijaz, abad 7 Masehi)
  4. Abu Thalhah rodhiyallahu'anhu (dari Hijaz, abad 7 Masehi)
  5. Abu Hashim Al Mawardi (jaman Kekhalifahan Umawiyah awal abad 8), 
  6. Thahir Al Balkhi (dari Kota Balkh di Khurasan, jaman Kekhalifahan Abbasiyah akhir abad 8), 
  7. Ishaq Ar Raqqi (dari Kota Ar Raqqah di Iraq, jaman Kekhalifahan Abbasiyah awal abad 9),
  8. Abu Ja‘far Muhammad bin Al Hasan Al Harawi (dari Kota Herat, jaman Kekhalifahan Abbasiyah abad 9)
  9. Abu Muhammad Abdurrahman Ath Thabari (dari Thabaristan, jaman Kekhalifahan Abbasiyah abad 9)
  10. Taybugha Al Ashrafi Al Baklamishi Al Yunani (dari jaman Kesultanan Mamluk di abad 14 Masehi)
  11. Dan sebagainya...


Sumber: Kitab Fi Bayan Fadhl... dan Kitab Ghunyah...

oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Pemanah Berkuda Indonesia)

0 komentar: