Rabu, 20 Juli 2016

Kang Roy :)


Dalam dunia panahan instinctive yang mengandalkan memory otot serta insting ketika melesatkan anak panah, ada satu keahlian dasar yang wajib dimiliki oleh seorang pemanah berkuda. Hal ini berdasarkan penelitian oleh bang Irvan Pani Abu Aqilah.

Apakah keahlian dasar itu? Mari kita simak...

#
Kecepatan memanah pasukan Seljuk: Pasukan pemanah berkuda Seljuk dapat memanah 12 anak panah dalam 1 menit, saking epatnya hingga anak panah pertama sampai di target, anak panah kedua masih melayang dan anak panah ketiga sudah terkait di tali busur dan siap ditembakkan.

William of Tyre meriwayatkan bahwa Pasukan Seljuk mampu memanah dengan epat hingga membuat langit gelap dengan anak panah. Ketika barisan pertama sudah mengosongkan quivernya, maka barisan kedua menyusul dengan tembakan yang sangat cepat.

Hal ini sesuai dengan rukun memanah yang kita pelajari: CEPAT, TEPAT, KUAT, SELAMAT.

note: William of Tyre ini adalah seorang pendeta Eropa yang lahir di Yerusalem, hidup dan mati di Palestina. Terkenal sebagai seorang penulis sejarah/riwayat selama perang salib.

Tanya: Apakah Pasukan Salib juga ada yang menggunakan horsebow?

Jawab: Orang Eropa pake longbow dan teknik 3f.

#Dinukil dari diskusi di group WA Pecinta Horsebow - KPBI
Tanggal 20 Juli 2016


Berikut ini contoh Fast Shooting dari saya :)



Jika melihat kemampuan dasar di atas, maka harus bisa memanah 10 anak. Di video ini, saya berhasil melesatkan 7 anak panah dalam 25 detik, memang sih... bisa lebih dari 12 anak panah dalam 1 menit, tapi masih ada yang kurang... Masih harus banyak belajar dan berlatih, ritmenya kurang bagus, kadang cepat kadang lambat.

Bagi archer yang memiliki video tentang memanah cepat, kirimkan ke saya ya, atau upload di youtube lalu kopi linknya disini. Kita belajar bareng-bareng :)


Sabtu, 16 Juli 2016

Pemanah Malaysia


Dari berbagai riwayat digambarkan bagaimana suasana kegiatan memanah dalam peradaban Islam di masa lalu, baik pelatihan maupun pertandingan. Yang paling utama adalah kegiatan memanah harus dalam suasana yang penuh persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah dengan mengutamakan adab dan akhlak sesuai ajaran agama Islam. Kitab panahan Utsmani menggambarkan suasana pertandingan yang Islami dengan diawali ucapan salam dan saling menjabat tangan antar dua kelompok yang mendapat giliran memanah, serta dihiasi dengan ucapan-ucapan berbagai kalimat tayibah.

Secara umum, suasana yang diciptakan dalam pelatihan maupun pertandingan adalah: Islami, penuh adab dan rasa saling menghormati, penuh persaudaraan, semangat persatuan, persaingan yang sehat, cair, ceria, penuh tawa, semangat dan saling menyemangati, serta saling menasihati dalam kebaikan. Beberapa kutipan riwayat tentang suasana memanah adalah sebagai berikut.

Ibnul Qayyim mengutip riwayat tentang suatu kaum yang biasa memanah dalam suasana ceria dan saling tertawa. Dari Al Auza’i, dari Bilal bin Sa’id, ia berkata, “Aku bertemu kaum yang berlari antara beberapa target, dan saling tertawa, lalu ketika malam tiba mereka menjadi rahib-rahib.”

Diriwayatkan dalam suatu hadis dari Imam Al Bukhari yang menyiratkan semangat persatuan yang digalang Rasulullah bagi dua kelompok yang sedang memanah. Dari Salamah bin Al Akwa' , ia berkata, “Rasulullah keluar menuju suatu kaum yang sedang bermain panahan, maka Beliau bersabda, “Panahlah putra-putra Ismail, karena bapak kalian dahulu adalah seorang pemanah. Panahlah dan aku bersama Bani Fulan.” Maka salah satu kelompok dari dua kelompok tersebut menahan tangan-tangan mereka (berhenti memanah), maka Beliau bersabda, “Ada apa dengan kalian, kenapa tidak memanah?” Maka mereka berkata, “Bagaimana kami bisa memanah sedangkan Anda bersama mereka?” Maka Beliau bersabda, “Panahlah dan aku bersama kalian semua.””

Dalam kitab Al Furusiyah, disebutkan beberapa riwayat yang menunjukkan semangat kaum Muslimin dalam memanah hingga mereka berlari di antara target-target. Ibrahim At Taimi berkata dari bapaknya: “Aku telah melihat Hudzaifah bin An Nu'man berlari-lari antara dua sasaran di kota Mada’in.” Mujahid berkata, “Aku melihat Ibnu Umar berlari di antara dua target,” dan ia berkata, “Aku bersama dengannya.” Disebutkan juga bahwa Uqbah bin Amir Al Juhani berlari di antara dua target, sedangkan ia adalah seorang kakek lanjut usia.

Diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa ketika Uqbah bin Amir Al Juhani meminta Abdullah bin Zaid untuk mengikutinya berlatih memanah, Abdullah seperti nyaris bosan. Maka Uqbah menasihatinya dengan berkata, “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadis yang aku dengar dari Rasulullah ?” ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam surga karena satu anak panah, yaitu orang yang membuatnya dengan mengharapkan kebaikan; orang yang menyiapkannya di jalan Allah; serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.”

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)





Kamis, 14 Juli 2016



Tanya:
Apa yang di maksud dengan instinctive Archery?
Atas jawaban nya.. Jazakallahu Khairan

Jawaban:
Jadi dlm kitab2 panahan peradaban Islam, yg dimaksud dgn membidik adalah membidik secara instinctive

Makanya biasanya di taro di bab2 akhir krn sulit, gak langsung bisa , butuh pembiasan, spt org lempar batu, atau david beckham nendang bola dari luar kotak pinalti, atau pemaen basket NBA three point

Semuanya pure insting via muscle memory

Walopun di kitab2 disebutkan tahapan2 proses "membidik" dari mulai mengarahkan, melihat, memandang dll

Tp pada akhirnya membidik itu insting dan muscle memory

Apalagi arrow di kanan, ketika sudah full draw... ujung arrow ilang dari pandangan

Gmana ngarahinnya? Ya insting lah yg berbicara.. intinya secara singkat... memanah insting dlm konteks horsebow adalah hanya ada: target, kepalan tangan kiri, memori otot, keyakinan dalam hati, dan tawakal 'alallah

Dlm ilmu2 kuno, biasanya intisari dari suatu ilmu itu tersimpan dalam syair, pantun, atau kalimat2 simbolisme berupa kias atau analogi yg memudahkan utk memahami secara mendalam.

Kitab panahan mamluk berjudul Al Ghunyah Al Marami itu berupa syair2 terdiri dari 142 bait tentang intisari prinsip2 memanah Islam.

Ada kitab lain yg berupa syair sebanayak 250 an bait, Dlm bahasa arab puitis yg sempurna.

Diskusi via group wa Pecinta Horsebow - KPBI tanggal 27 Juli 2016.
Pertanyaan dijawab oleh Irvan Pani, Ketua KPBI.

Senin, 11 Juli 2016

Sunnah Memanah

Umur manusia begitu pendek, sudah selayaknya manusia mengisi waktu demi waktu dengan segala hal yang bernilai ibadah. Bukan dengan hal-hal yang sia-sia dan tak berguna. Karena setiap gerak-gerik, ucapan dan setiap dengusan nafas selalu ada malaikat yang mencatat amal perbuatannya. Mestinya, ia tidak ingin lembaran amalnya dipenuhi dengan hal-hal yang tak memiliki nilai ibadah.
Tapi, hati manusia memiliki masa-masa semangat, namun pada batas tertentu, pada masa tertentu merasa penat pula. Adalah wajar jika seseorang mencari sesuatu yang bisa menghibur hatinya. Sesuatu yang berupa hal-hal menyenangkan, sekaligus menjadi penawar bagi aktivitas dan beban pikiran yang melelahkan. Hanya saja, rata-rata hiburan yang dipilih oleh manusia itu termasuk hiburan yang sia-sia, ada yang melenakan dari ketaatan, dan ada lagi yang jelas bernilai sebagai kemungkaran. Orang cerdas akan menjatuhkan pilihannya pada aktivitas yang bisa mengumpulkan dua kebutuhan itu, hati bisa terhibur, namun tetap memiliki nilai pahala, tidak dianggap laghwun dan sia-sia. Apa itu?

Nabi SAW bersabda:

"Setiap permainan laghwun yang dilakukan seorang muslim adalah bathil, kecuali ketika dia melemparkan panah dengan busurnya, ketika ia melatih kudanya, dan bercanda dengan istrinya. Ketiga hal ini adalah al-haq."(HR Tirmidzi, beliau berkata, "hadits hasan shahih.")

Memanah, Hiburan yang Mengantarkan ke Jannah

Berlatih memanah adalah olah raga yang menyenangkan, permainan yang mengasyikkan, namun tidak dianggap laghwun dan sia-sia. Banyak sekali motivasi Nabi SAW kepada umatnya untuk belajar memanah. Di antaranya, sabda Nabi saw,

"Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam jannah karena satu anak panah, orang yang membuatnya dengan tujuan baik, orang yang melemparkannya dan orang yang menyiapkannya. Hendaklah kalian memanah dan berkuda, sedangkan memanah lebih aku sukai daripada berkuda." (HR Tirmidzi, beliau mengatakan, hadits hasan shahih)

Ada pahala bagi yang membuat panah, ada ganjaran bagi yang melemparkan panah, dan dijanjikan Jannah orang yang menyiapkan anak panah bagi yang hendak memanah, dan tidak sia-sia pula orang yang berjalan untuk mengambil anak panah dari tempat sasaran ketika latihan. Inilah sisi yang tidak tergantikan dari keutamaan memanah, meskipun dalam banyak hal fungsi panah bisa diganti dengan senjata-senjata modern.

Begitu kuat anjuran Nabi SAW kepada umatnya untuk belajar memanah, hingga banyak keringanan khusus yang berlaku bagi orang yang memanah. Suatu kali Nabi bersama Abu Bakar dan Umar melewati orang-orang yang berlatih memanah. Salah seorang yang hendak melepaskan anak panah berkata, "Demi Allah, ini pasti kena!" Ternyata panahnya meleset. Lalu Abu Bakar berkata, "ia telah melakukan dosa wahai Rasulullah!" Tapi Rasulullah bersabda,

"Sumpahnya orang yang sedang berlatih memanah itu tidak dianggap laghwun, tidak berdosa dan tidak ada kafarahnya."  (HR. Thabrani)

Bahkan berjalannya seseorang untuk mengambil anak panah, dari tempat memanah dengan sasaran bernilai satu kebaikan pada setiap langkahnya, sebagaimana hadits Thabrani. Ini tidak berlaku dalam permainan yang lain. Dari sisi hiburan, permainan ini juga menghibur, dan mungkin ada bumbu canda ria di dalamnya. Imam al-Auza'y menyebutkan kesaksian dari Bilal bin Sa'ad tentang para sahabat yang beliau lihat, "Saya menjumpai suatu kaum, mereka mondar mandir antara tempat memanah dengan sasaran, mereka saling bercanda satu sama lain, namun ketika malam tiba, mereka khusyuk laksana para rahib."
Sayang, hanya sedikit dari kaum muslimin yang melirik pada permainan yang menyenangkan dan berpahala ini, sedikit pula para mubaligh dan penulis yang memiliki perhatian dalam masalah ini.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah, adalah satu dari ulama yang memiliki perhatian besar tentangnya. Dalam buku karya beliau yang berjudul Al-Furusiyah, beliau bukan saja memberikan motivasi, membahas hukum-hukum yang terkait dengannya, bahkan sampai soal teknis bagaimana cara duduknya, cara memegang busur, menarik talinya, membidiknya, hingga cara melepas anak panah dari busurnya.

Berlatih Mengendarai Kuda
Hampir tak ada yang menyanggah, belajar mengendarai kuda itu adalah hiburan yang menyenangkan. Lebih menggembirakan, ternyata olah raga ini mendatangkan pahala. Dalam banyak hadits Nabi SAW juga memberikan dorongan kepada umatnya untuk melatih kudanya, berlatih mengendarai kuda, hingga lomba berpacu sering diadakan di zaman Nabi SAW. Meskipun secara fungsi, sebagian bisa tergantikan dengan alat transportasi modern, namun ada sisi yang tak bisa tergantikan. Nabi SAW menyebutkan keutamaan kendaraan kuda, Allah telah tetapkan pada ubun-ubun kuda itu terdapat kebaikan hingga hari Kiamat, sebagaimana disebutkan oleh Nabi SAW,

"Pada ubun-ubun kuda itu, telah ditetapkan kebaikan, hingga hari Kiamat." (HR Bukhari)

Terlalu mengada-ada jika mengqiyaskan kuda dalam hadits ini dengan kendaraan yang ada di zaman ini.

Sunnah Nabi SAW yang satu ini juga banyak ditinggal oleh kaum muslimin hari ini. Padahal di dalamnya ada nilai ketaatan, ada nilai i'dad, menyiapkan kekuatan, dan padanya juga terdapat hiburan yang menyenangkan.

Bercanda dengan Istri

Jika rumah tangga berjalan normal dan harmonis, canda antara suami istri adalah hiburan yang menyenangkan. Bukan saja hati menjadi tenteram dan damai, tapi juga syahwat yang tersalurkan di tempat yang halal. Bertambah lengkap kebahagiaan, karena ini dicatat sebagai sedekah. Hingga seseorang pernah bertanya kepada Nabi SAW,

"Apakah salah seorang di antara kami memperoleh pahala, padahal ia melampiaskan syahwatnya?"
Maka Nabi SAW menjawab,
"Bagai mana pendapatmu jika syahwat itu disalurkan ke tempat yang haram, bukankah ia mendapat dosa? Begitulah jika ia salurkan di tempat yang halal, maka ia mendapatkan pahala." (HR Muslim)

Semoga, Allah menjadikan kecenderungan kita kepada hal-hal yang bernilai ketaatan, dan menjauhkan dari perkara sia-sia dan dosa. Amin.

(Ustadz Abu Umar Abdillah)

Kamis, 07 Juli 2016

Horsebow

Rasulullah sangat tangkas dan mahir dalam berkuda baik menggunakan pelana maupun tanpa pelana (bareback). Hadis dari Imam Al Bukhari berikut meriwayatkan kemahiran Rasulullah berkuda tanpa pelana.

Dari Tsabit, dari Anas, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebaik-baiknya manusia, dan manusia paling dermawan, dan manusia paling pemberani. Pada suatu malam, penduduk Madinah dikejutkan oleh sebuah suara, maka beliau menunggangi kuda milik Abu Thalhah tanpa pelana, lalu orang-orang keluar, ternyata mereka mendapati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mendahului mereka ke sumber suara itu, telah memeriksa apa yang terjadi, sambil beliau berkata: "Tidak ada apa-apa." Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Kami dapati kuda ini layaknya lautan (lebar langkahnya atau tidak putus-putus larinya, yang bermakna cepat larinya)." Tsabit berkata, "Kuda itu menjadi tak terkalahkan setelah peristiwa itu, padahal dahulu kuda itu dikenal lamban."

Kekuatan Rasulullah dalam memanah hingga mematahkan siyah busurnya. Kitab Al Maghazy karya Ibnu Ishaq meriwayatkan kejadian dalam Perang Uhud.

Ashim bin 'Umar bin Qatadah telah bercerita kepadaku, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memanah dengan busur Beliau pada Perang Uhud hingga patah siyah-nya. Lalu Qatadah memungutnya, maka sejak saat itu busur tersebut ada bersamanya.

Diriwayatkan busur tersebut bernama Al Katum.

Dari Kitab Al Furusiyah, Ibnul Qayyim Rahimahullah.

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Selasa, 05 Juli 2016

Thumbdraw Style


Tanya:

Pak irvan & senior2. Maaf ada yg mau sy tanyakan. Ada sedikit bacaan td yg sbtlnya gak nyambung sm archery. Tp sy ambil kesimpulannya semua pelajar penting melakukan repetisi. Dlm hal ini tanpa busur, spt kata dalam karate dsb. Apakah untuk archery kita perlu spt itu, tanpa busur didepan kaca diulang2 teknik menarik busur, release dsb. Mhn maaf, tksh.

Jawab:

perlu, terutama di masa menyempurnakan format dan postur memanah, itu harus di depan kaca biar cepet

Tahapan pelatihan:

  1. Penguatan otot2 : target: tangan kiri gak bergetar
  2. Pembentukan format dan postur memanah yang benar: target: arrow lurus gak mencong2
  3. Pengembangan wawasan dan sense bidikan, jarak, dan elevasi: target: bisa menembak obyek2 besar di jarak yg jauh (>30 m)
  4. Penguasaan rukun memanah yang 4: target: cepat, akurat, kuat, selamat dalam tiap tembakan

Dari Grup WA Pecinta Horsebow - KPBI

Minggu, 03 Juli 2016

Cozmei Mihai


Tradisi panahan yang sambung-menyambung semenjak zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu'anhum aj'main di abad ke-6-7 Masehi hingga runtuhnya Daulat Utsmaniyah di tahun 1922...

1300 tahun tradisi yang terus-menerus, dengan nama-nama para syaikh, imam, ahli panahan yang disebut-sebut, dirujuk, dijadikan panutan berulang-ulang dari zaman ke zaman...

Mengikuti jejak pada ahli panahan dari kalangan Salaful Ummah: Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu Thalhah Al Anshari, Uqbah bin Amir Al Juhani, Qatadah bin An Nu'man, Utbah bin Farqad As Sulami, Abdullah bin Abbas, Sahl bin Hunaif, Al Hasan bin Ali dan sebagainya radhiyallahu'anhum aj'main...

Lalu hilang begitu saja... lalu mulai ditemukan dan digiatkan kembali di tahun 90-an, hingga sekarang...

Yuk menjadi bagian tradisi 1300 tahun kekuatan peradaban Islam...

#

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Mau tanya
Bagaimana kurikulum yang baik dan benar dalam Horseback Archery
Apa belajar memanah dahulu sampai handal baru belajar berkuda sampai handal baru selanjutnya di gabung latihan memanah dan berkuda
Atau
Latihan memanah sambil latihan berkuda. Baru latihan di gabung memanah sambil berkuda

Jawaban:

Bisa paralel. Sampe masing2 syarat terpenuhi baru digabungkan. Setelah digabungkan, mulai dari nol lagi sebenernya. Tujuan akhir horseback archery adalah tetep akurasi tembakan⁠⁠⁠⁠. Memanah dan berkuda, skill dasarnya itu berbeda dan gak saling terkait jadi bisa belajar paralel khusus utk memanahnya saja maupun berkudanya saja. Ini utk basic. Ya spt latian nembak, latian fisik, belajar teori2 operasi lapangan di kelas. Belajarnya masing2. Hingga ketika semuanya lulus syaratnya, maka boleh digabung utk latihan operasi lapangan

Nah syarat minimal memanah utk memanah berkuda adalah:

  1. Sudah bisa memanah akurat dijarak minimal 20 m
  2. Sudah bisa menembak cepat/ fast shooting minimal 3 detik per arrow

Nah, mari kita saksikan video fast nocking / fast shooting oleh master Cozmei Mihai.

Fast Shooting Dengan Arrow Di Tangan



 Fast Shooting Dengan Arrow di Quiver



Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
via Grup WA Pecinta Horsebow - KPBI

Jumat, 01 Juli 2016

Irvan Pani Abu Aqilah

Ane belajar menggunakan alat pelontar proyektil udah 20 thn, mulai pistol, senapan laras panjang, senapan serbu dll... pernah belajar taktik operasi militer dsb

Dan ane bersaksi bahwa benar apa yg dikatakan Ibnul Qoyyim, dalam Al Furusiyah, bahwa busur yg paling baik adalah yg:

  1. Ringan, 
  2. Efektif dalam offence dan defence

Perbedaan jenis senjata kuncinya di jangkauan jarak dan laju kecepatan tembakan

Senjata api logikanya gini:

  1. Senjata serbu: jangkauan akurasi pendek namun laju kecepatan tembakan cepat
  2. Senjata support spt sniper rifle: jangkauan akurasi jauh namun laju kecepatan tembakan rendah
Jadi jika AK 47 atau M 16 mematikan dijarak 60-100 m, maka Sniper Rifle mematikan hingga 200-400 m. Ada kompensasi jarak jangkau dan kecepatan. Nah dlm kasus panahan ini beda. Karena semua jenis busur punya range akurasi yg sama. Pemanah korea dan turki sama2 bisa mencapai akurasi di jarak 100 meter sampe 145 m. Dgn menggunakan horsebow, Compound dan recurve pun sama.

Apa yg membuat semua ini sama dlm panahan? Krn mekanisme lontaran yg ada peran org di sana
Kalo senjata api, mekanisme ini tok semata hanya dilakukan oleh triggering system... org tinggal mencet pelatuk sahaja.

AK 47


Makin jauh jarak senapan, triggering systemnya makin canggih. Panahan gak begitu... karena triggering systemnya melibatkan manusia yg memiliki kekuatan yang hampir seragam
Melibatkan otot2, walopun compound iya ada bantuan katrol utk nahan power... tapi gak berbeda jauh.

Nah balik lagi, kalo jarak jangkaunya ternyata sama2 aja di antara busur2 yg ada, Maka variable pemilihan busur hanya begantung pada laju kecepatan tembak. Seperti kita tau, sampai saat ini laju kecepatan tembak lebih unggul di horsebow. Lebih dari itu...

Dlm suatu kondisi tempur menggunakan senjata pelontar proyektil... kunci utamanya adalah:

  1. Lama2an mengungkap lokasi penembak
  2. Setelah lokasi terungkap, maka harus cepet2an nembak

Senjata api sniper, bisa menikmati yg no 1, minimal bisa 5-10 kill, jika musuh masuk jarak tembak seorang sniper di jarak 200 m misalkan sampai musuh yg bersenjata serbu bisa mulai menembak balik di jarak 100 m

Pada saat ditembak balik, sniper bisa kabur. Tapi kalo sama2 pakai senjata serbu, setelah sekali dua kali tembak... maka posisi kita akan segera diketahui lawan, dan setelah itu harus cepet2an nembak, banyak2an mengeluarkan peluru.

Panahan, lebih mudah lagi menunjukkan posisi penembak, ketika sedang menyergap. Krn anak panah panjang... bisa ketauan dia dateng dari arah mana. Pasukan lagi bergerak ke arah selatan, salah satu kena panah nancep di leher, setelah diliat ternyata nock arrow ngadep ke barat... ya berarti yg nembak dari arah barat... ketauan deh, padahal baru bisa nembak 1 arrow.

Nah dalam hal ini, kuncinya setelah posisi kita ketauan, maka pemanah dgn busur yg dapat menembak dgn cepat adalah yg selamat

Mengingat tadi, dlm hal panahan, sangat mudah mengetahui dari mana arah tembakan
Serta, semua busur terbukti memiliki jarak jangkau akurasi yg hampir mirip2... beda dgn senjata api yg jarak jangkau laras pendek pistol, laras panjang serbu, laras panjang sniper sangat berbeda secara signifikan

Itu kalau alasan penggunaan busur dlm militer, Tapi kalo dalam olahraga dan rekreasi ya kriterianya lain lg.

Tanya: Compound, recurve, standard bow, Jemparingan, long bow, flat Bow mana yang paling cepat arrow nya saat melesat?

Jawab:

  1. Paling cepat kecepatan arrownya adalah busur dgn draw weight paling tinggi. Mau compound, recurve, jemparingan, horsebow dll... draw weight 150 lbs jelas lebih tinggi kecepatan terbang arrow dibanding busur draw weight 50 lbs
  2. Paling cepat melepaskan anak panah:
    Busur yg paling memungkinkan utk mendapatkan mekanisme nocking arrow paling cepet
    Lengkapnya  busur yg paling bisa mengintegrasikan 3 kegiatan nocking-drawing-releasing menjadi satu paduan gerakan
    Gak putus2
    Spt senapan api

 Sekali pencet pelatuk ada 3 kegiatan yg dilakukan mekanisme triger

  1. Narik peluru dari magazin
  2. Narik per 
  3. Melepas per dan mematuk pantatnya peluru sehingga mesiu meledak

Itu yg terjadi dlm senjata api, ketika menarik pelatuk
Nah busur yg paling cepat melepaskan anak panah, adalah busur yg bisa menyelaraskan gerakan mengaitkan anak panah, narik busur, ngelepas anak lanah dlm satu gerakan terpadu

Silakan dicobain satu2 mana yg paling memungkinkan dlm hal ini.


😊
Sekian dan terima kasih.

Oleh irvan pani abu aqilah
Sumber: Grup WA Pecinta Horsebow - KPBI