Ketangkasan, Kemahiran, dan Kekuatan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam

Horsebow

Rasulullah sangat tangkas dan mahir dalam berkuda baik menggunakan pelana maupun tanpa pelana (bareback). Hadis dari Imam Al Bukhari berikut meriwayatkan kemahiran Rasulullah berkuda tanpa pelana.

Dari Tsabit, dari Anas, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebaik-baiknya manusia, dan manusia paling dermawan, dan manusia paling pemberani. Pada suatu malam, penduduk Madinah dikejutkan oleh sebuah suara, maka beliau menunggangi kuda milik Abu Thalhah tanpa pelana, lalu orang-orang keluar, ternyata mereka mendapati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mendahului mereka ke sumber suara itu, telah memeriksa apa yang terjadi, sambil beliau berkata: "Tidak ada apa-apa." Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Kami dapati kuda ini layaknya lautan (lebar langkahnya atau tidak putus-putus larinya, yang bermakna cepat larinya)." Tsabit berkata, "Kuda itu menjadi tak terkalahkan setelah peristiwa itu, padahal dahulu kuda itu dikenal lamban."

Kekuatan Rasulullah dalam memanah hingga mematahkan siyah busurnya. Kitab Al Maghazy karya Ibnu Ishaq meriwayatkan kejadian dalam Perang Uhud.

Ashim bin 'Umar bin Qatadah telah bercerita kepadaku, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memanah dengan busur Beliau pada Perang Uhud hingga patah siyah-nya. Lalu Qatadah memungutnya, maka sejak saat itu busur tersebut ada bersamanya.

Diriwayatkan busur tersebut bernama Al Katum.

Dari Kitab Al Furusiyah, Ibnul Qayyim Rahimahullah.

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Komentar