Rabu, 24 Agustus 2016



Di timur tengah, teknik thumbdraw sudah digunakan semenjak setidaknya tahun 1000/2000 sebelum masehi oleh kebudayaan2 spt mesir kuno, babylonia, assyiria... dan sebelum bangkitnya Islam, orang2 Parthia dan orang2 Sasaniyah yang berkuasa di Persia sudah menggunakan teknik ini

Orang mesir kuno tahun 1000-2000 an sebelum masehi

mesir kuno

babylonia

Raja Shapur II dari Persia menggunakan teknik thumbdraw 24


Orang Assyiria 1000 sebelum masehi


Secara umum... teknik thumbdraw pernah ditemukan di hampir semua budaya Asia/Timur... alasannya krn budaya timur adalah pengguna kuda yg intensif

Hampir semua peradaban timur ada teknik thumbdrawnya

Mungkin thumbdraw bukan hanya Rasulullah saja, kalo liat penggunaannya yg lbh lama lagi... mungkin Nabi Ibrahim (lahir di babylon), Nabi Ismail, Nabi Yusuf (jadi pejabat mesir), Nabi Musa (besar di kalangan istana Mesir), dll juga thumbdraw an

Tadi sudah dijelaskan ttg kondisi sejarah budaya wilayah timur tengah. Dan asia umumnya terkait penggunaan teknik thumbdraw. Bahwa teknik thumbdraw sudah ada setidaknya semenjak 2000 SM dan luasan wilayah penggunaannya dari timur dekat ke timur jauh.\

alias hampir seluruh asia.

Utamanya horsebow dan thumbdraw digunakan oleh budaya tinggi di perkotaan...

Walopun di kebudayaaan rendah dan pedalaman seperti penduduk hutan, gurun, lembah2 terpencil dll masih menggunakan busur longbow yg simpel dari satu batang kayu.

Lalu bagaiman dgn jazirah Arab? Banyak bukti2 ilmiah hasil penelitian para ulama, ahli sejarah, jaman dulu dan modern yg mengarah pada penggunaan horsebow dan thumbdraw secara intensif

Hijaz tempat lahir dan hidupnya Rasulullah dan para sahabat, yg terletak di sana Mekah dan Madinah adalah wilayah jalur perdagangan internasional semenjak zaman jahiliyah hinggga zaman Rasulullah dan setelahnya setelahnya


Hijaz, terutama Mekah dilalui jalur perdagangan dari Yaman ke Syam, Irak, dll dan sebaliknya, India ke Syam dan Mesir, Persia.

Karena kondisi ini, penduduk hijaz tentunya melek dgn kebudayaan2, produk, kebiasaan sekitar... termasuk busur dan teknik memanah, krn ini merupakan kebutuhan saat itu.

Rasulullah sendiri pernah safar ke Syam dan tempat2 lain.

Artinya penduduk kota2 besar di Hijaz bukan termasuk suku2 pedalaman, seperti suku2 Arab Badui yg tinggal nomaden di gurun2.

Utk busur horsebow sendiri, bukti sejarah di Ed Dur utara Jazirah Arab ditemukan artefak pelapis siyah busur horsebow yg terbuat dari tulang.

Ini hasil penelitian sejarawan dari Belgia di Ed Dur Jazirah Arab

Setidaknya ini berasal dari tahun 100 sebelum masehi. Disebutkan bahwa busur horsebow digunakan ekslusif oleh para bangsawan dan org2 perkotaan di jazirah Arab.

Bukti lain terdapat di kitab Al Furusiyah Ibnul Qoyyim. Bahwa disebutkan Rasulullah menggunakan busur saat perang uhud hingga siyahnya patah.


Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa busur Rasulullah yg bernama Al Katum adalah jenis horsebow. Yg digunakan di perang Uhud hingga siyah nya patah. Teks asli bahasa Arab jelas2 menuliskan kalimat "Siyataha" (dilingkari merah).

Dan kita ketahui bahwa hanya horsebow yg punya siyah...
Selain itu, busur yg terafiliasi dgn sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash masih tersimpan di suatu museum di madinah.

Busur ini sesuai dgn deskripsi jenis Busur Arab Al Wasithiyah berdasarkan ciri2nya di kitab2 panahan Islam.

Ini bukti2 yg ada ttg penggunaan busur horsebow di era Rasulullah dan para sahabat.

Tentang penggunaan teknik apa, memang betul belum ada keterangan di level hadits ttg hal ini...

Mungkin ada tp belum tergali oleh ahli hadits krn teknik memanah adalah bagian muamalah dan budaya yg kalaupun ada di hadits sifatnya sbg informasi2 tambahan dalam matn hadits.

Namun kalau dari sudut pandang busur horsebow yg digunakan saat itu, dan kebiasaan2 memanah dgn busur horsebow di kalangan budaya2 timur tengah... kemungkinan teknik thumbdraw jg digunakan oleh Rasulullah dan para sahabat.

Dalam Kitab Telhis i Resail ur Rumat, kitab panahan utsmani terakhir, disebutkan bahwa Sahabat Ali bin Abi Thalib Rodhiyallahuanh membuatkan 2 thumbring untuk kedua putranya Al Hasan dan Al Husein.

Dari tanduk kambing

Walopun tdk disebut tekniknya, tetapi dgn dibuatkannya thumbring maka dapat disimpulkan teknik thimbdraw yg digunakan oleh para sahabat Nabi ini.

Maka kesimpulannya:


  1. Penduduk hijaz, mekah, madinah, bukan penduduk pedalaman yg terbelakang
  2. Penduduk hijaz bagian dari kebudayaan tinggi yg secara aktif berinteraksi dgn budaya2 tinggi di sekitarnya
  3. Di zaman Rasulullah, jazirah di kelilingi oleh 2 kekaisaran besar, yaitu Byzantine dan Persia yg keduanya pengguna thumbdraw secara intensif...
  4. Busur horsebow digunakan oleh penduduk2 kota terutama bangsawan Arab semenjak 100 tahun sebelum masehi
  5. Dari bukti2 sejarah yg ada besar kemungkinan teknik thumbdraw digunakan di hejaz utk menggunakan busur horsebow.
  6. Ada beberapa alasan knapa "belum" ada keterangan teknik memanah dlm hadits:
    A. Ahli hadits modern kurang memahami dunia panahan Islam
    B. Ahli hadits hanya fokus pada hal2 yg bersifat dalil2 keagamaan
    C. Mungkin ada di Arab sana, namun setelah ditranslasi ke bahasa Indonesia terjemahannya tdk disebutkan krn kurangnya pemahaman ttg panahan
    D. Memang benar gak ada keterangan krn bukan terkait ibadah dan akidah (walopun Imam Bukhari sbg ahlinya hadits juga memanah dgn teknik thumbdraw)
Namun sy berkeyakinan krn sudah ada bukti penggunaan busur horsebow di hejaz, dan ada bukti penggunaan teknik thumbdraw sbg teknik utama kebudayaan2 timur tengah... maka para personil2 peradaban Islam (Rasulullah dan para sahabat) semenjak awal sudah paham dan ada yg menggunakan teknik thumbdraw.

Seperti halnya ketika di puncak Gunung Jaya Wijaya ditemukan bola sepak... maka yakin bahwa bola itu disepak pake kaki, bukan pake tangan.

Disampaikan pada kuliah WA tanggal 25/08/2016.
Ketua KPBI (Komunitas Pemanah Berkuda Indonesia)

gaya pemanah berkuda :v

Alhamdulillah wa syukrulillah..

Ini adalah latihan kedua saya - Kang Roy -, yang mana sebelumnya tanggal 2 Juni 2016 saya berlatih mengendalikan kuda untuk pertama kali. Dimana waktu latihan pertama itu, saya hanya dikasih teori tentang memegang tali kekang lalu langsung naik ke atas kuda, tanpa teori lain. Tanpa tahu bagaimana memerintahkan agar kuda jalan, trot/derap, jalan mundur dan sebagainya. Pokoknya naik!



Latihan pertama


Pentingnya teori berkuda

Hari selasa 23 Agustus 2016 kemarin saya berkesempatan untuk belajar berkuda yang kedua kalinya. Alhamdulillah mendapatkan banyak ilmu dari berkuda ini. Dengan arahan dari Coach Edo, saya jadi sedikit paham tentang teori berkuda. Dari kepala sampai kaki, posisi kita harus benar. Posisi badan tidak boleh membungkuk atau terlalu membusung, pinggul harus rileks, tangan mantap mengendalikan tali kekang, lutut harus menjepit pelana kuda dengan kuat agar keseimbangan terjaga, dan masih banyak lagi.


latihan ke 2

Dan yang sangat menantang adalah, bagaimana menyelaraskan kesemua teori tadi pada saat kuda mulai menambah kecepatannya. Selain itu, banyak sekali ilmu lain yang harus diserap ketika berkuda, tentang keseimbangan tubuh, cara duduk yang baik dan benar saat di atas kuda, bagaimana mengatur nafas dan energi saat berkuda.

Berkuda dan Hikmah

Masya Allah...
Hikmah yang saya dapatkan ketika berada diatas kuda yang sedang melaju pun terasa banget, dalem. Ketika merasakan bagaimana langkah kuda yang kurang dinamis hingga kuda ber-rodeo layaknya kuda-kuda koboi. Masya Allah..

Kita akan mengerti bagaimana menjadi orang yang mandiri, percaya diri dan berani. Karena ketika kita berada di atas kuda, maka resiko apapun yang akan menghadang, hanya diri kitalah yang akhirnya harus menghadapinya.

Keberanian untuk mengambil keputusan disaat-saat genting adalah pelajaran hidup yang tak ternilai harganya..!!!



:v

Rabu, 10 Agustus 2016

Bersama Coach Akmal Dahlah dari Malaysia

Gaung olimpiade Rio 2016 telah menggema, bahkan yang menggembirakan adalah salah satu anak bangsa Riau Ega menjadi pemenang dalam salah satu cabang panahan. Alhamdulillah.. semoga Allah merahmati para penggiat panahan di Indonesia.

Tapi.. jauh sebelum olimpiade modern dihelat di Yunani, ternyata kaum muslimin di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengadakan perlombaan, diantaranya adalah lomba memanah.

Mari kita cermati bersama:

Dari Salamah bin Akwa’ bahwa Nabi shallallahualihi wasallam melewati orang-orang dari Aslam yang sedang berlomba memanah, lalu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Memanahlah wahai keturunan Isma’il, karena bapak kalian adalah pemanah! Saya bersama Bani Fulan.” Lalu satu dari pihak (yang berlomba) menahan panahnya, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kenapa kalian tidak melepaskan anak panah kalian?” Mereka menjawab, “Bagaimana kami akan memanah, sedangkan Anda dipihak mereka?” Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Memanahlah kalian, saya berada di pihak kalian semua.” (HR Bukhari)

Begitu cintanya para sahabat ridhwanullah 'alaihim, hingga mereka cemburu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi supporter pada salah satu kelompok peserta lomba memanah. Hingga mereka menahan melepaskan anak panahnya.
Pemanah dari Joglo Mataramiyyah

Ust Abu Umar Abdillah Diliput Wesal TV di K3


Quote:
Jika latihan memanah itu bukan sesuatu yang penting dan bermanfaat, bagaimana mungkin Nabi shallallahu alaihi wasallam sudi meluangkan waktunya yang sangat berharga demi menonton perlombaan memanah yang diselenggarakan para sahabat dan menjadi “suporternya” ^_^

Kalau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saja sampai sampai meluangkan waktu beliau, lalu pertanyaannya adalah.. mengapa kita tidak menekuni olahraga ini?




Diambil dari fb ustadz abu umar abdillah