Rabu, 11 Januari 2017



Memanah adalah masalah. Itu adalah pepatah kuno yang mungkin tidak begitu akrab di telinga kita. Apasih maksudnya? Hmm... saya juga tidak begitu faham. wkwkk..

Tapi menurut sepengetahuan saya, memanah memang memberikan masalah/tantangan tersendiri bagi diri kita. Entah itu masalah otot, masalah teknik, peralatannya, perlengkapannya, anak panah, quiver, berkuda, dan lain lain..

Nah.. salah satu masalah yang sangat sering dihadapi oleh pemanah pemula, termasuk saya adalah.. jempol kiri yang seringkali terluka karena tergesek anak panah. Bahkan seringkali jempol tersayat dan berdarah-darah.

Jangan salah lho ya.. bulu arrow itu memang tipis dan lembut, tapi... jika bergerak dengan kecepatan yang tinggi, maka bagaikan silet yang siap menyayat kulit! Ditambah lagi jika arrownya kurang halus finishing ujung bulunya. Hmm... dijamin tambah banyak darahnya! Hahaha..

Tapi alhamdulillah.. beberapa saat yang lalu Coach Akmal, salah satu pemanah dari negeri seberang, yang mendalami mamluke style, seperti Cozmei Mihai, memberikan tips agar jempol kiri tidak terluka pada saat berlatih memanah. Ini bukan sembarang tips, tapi gripping/menggenggam busur dengan teknik mamluk / mamluke style.

Mari kita simak videonya...


Teknik ini memang sedikit kurang nyaman pada awalnya, bahkan ketika menerapkan teknik ini, lengan bawah terasa ngilu sampai berhari-hari. Tekuni saja teknik ini, karena saya sendiri juga membuktikan bahwa teknik ini juga sangat efektif.

Sumber video: FB Ladang Alam Warisan

Senin, 09 Januari 2017

Pemanah

Sebelum belajar memanah atau berlatih memanah, setiap orang hendaknya mempelajari aturan umum paling mendasar dalam dunia panahan. Hal ini agar memanah menjadi kegiatan seni dan olahraga yang aman, menyenangkan dan menyehatkan jiwa, raga dan fikiran kita.

Siapapun yg memberikan busur ke orang lain entah meminjamkan, entah menjual, entah menghibahkan, wajib memberitahukan 10 aturan dasar berikut ini dan memastikan orang tersebut mengerti dan memahaminya:

  1. Wajib mendahulukan keselamatan dirinya dan orang lain
  2. Wajib menjunjung tinggi hukum dan aturan yang berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia tanpa terkecuali.
  3. Jangan menarik dan melepaskan busur tanpa anak panah
  4. Jangan menembakkan anak panah ke udara
  5. Jangan mendekatkan kepala ke busur ketika sedang ditarik
  6. Jangan menembak makhluk hidup; tanaman, hewan, dan terutama manusia
  7. Jangan menembak pada jarak yang jauh sebelum menguasai jarak yang lebih dekat
  8. Jangan menembakkan anak panah yang rusak
  9. Jangan menembak di dalam rumah
  10. Jangan menembak jika belum yakin atas keamanan dan keselamatan dirinya serta lingkungan sekitar
10 aturan dasar ini dibuat untuk difahami, ditaati oleh para penuntut ilmu panahan, baik yang akan memulai belajar maupun yang sudah mempelajarinya. Termasuk juga para pembuat busur/bowyer dan arrow maker.

Semoga bermanfaat :)