Jumat, 10 Januari 2020

2020 KPBI MENJAWAB

Eyang Bambang In Action


Assalamu’allaikum wr wb,

Mengawali 2020, Salam hormat kami keluarga besar KPBI kepada masyarakat panahan tardisional Indonesia. Teriring doa semoga senantiasa sukses dan dalam keberkahan.

Melalui halaman resmi FP IHASA/KPBI ini, kami ingin menyampaikan penjelasan resmi tentang organisasi KPBI, sebagai perkenalan dan saling sapa kepada publik panahan tradisional Indonesia.

1. KPBI adalah organisasi pembelajar yang fokus pada riset dan pengembangan seni panahan tradisional yang bersifat mandiri, independen dan tidak terikat dalam kepentingan kelompok atau politik tertentu yang bernaung dibawah hukum Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. KPBI hingga saat ini, adalah organisasi kontributif yang menggerakkan organisasi secara mandiri, tidak menggunakan dana publik atau negara, tapi bertumpu pada biaya operasional pribadi organisasi yang sebagian besar ditopang oleh pengurus organisasi.

3. KPBI berbadan hukum Perkumpulan. Yakni Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia atau yang lazim kami gunakan brand KPBI. Fokus pada pengembangan panahan tradisional dan panahan berkuda (Horseback Archery)

4. KPBI bermula dari Komunitas Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) yang diinisiasi oleh beberapa pegiat panahan tradisional pada 2014 (Irvan Pani, Fahmi Ranggamurti, Luri Darmawan, Alda Amtha, Wianggoro Tedjowilistio, Rio Satriawan, Shalahudin Umar, Jonhul Wu, dan Rudy Hendrawan). Fokus pada penggunaan busur tradisional horsebow dengan Teknik Thumb Draw.

5. Pada 2015 KPBI mulai masuk ke babak riset dan menggali panahan tradisional Asia.

6. Pada 2015 untuk pertama kalinya KPBI mengundang Presiden Pertubuhan Panahan Tradisional Malaysia (PERTAMA), Tuan Akmal Dahalan sebagai narasumber pelatihan panahan tradisional dan pengenalan panahan berkuda. Sejak itu KPBI menjalin kerjasama resmi dengan organisasi PERTAMA, baik untuk pelatihan maupun kegiatan event turnamen bersama.

7. Pada November 2016 secara resmi KPBI berbadan hukum Perkumpulan.

8. Pada Oktober 2017, KPBI menjadi anggota World Traditional Archery Organization (WTAO) yang berpusat di Korea Selatan.

9. Pada Oktober 2017, terjadi perubahan manajemen pengurus organisasi karena Ketua Umum KPBI mengundurkan diri. Menyikapi pengunduran diri ini, KPBI tidak menjadikannya polemik, tapi melakukan konsolidasi penguatan internal organisasi dan peningkatan program secara cepat dan sistematis.

10. Sejak pengunduran diri Ketua Umum, kemudian ditetapkan salah satu Dewan Pengawas KPBI, Alda F Amtha sebagai Ketua Umum dengan Sekjen Sunaryo Adhiatmoko. Di bawah kepengurusan baru, KPBI fokus pada penguatan internal organisasi dan program kerja. Dua program kerja yang dilakukan KPBI, yakni, program nasional dan program internasional yang keduanya berjalan dengan baik dan sesuai target organisasi.

11. Di bawah kepengurusan baru KPBI, kerjasama dalam dan luar negeri terus dibangun sebagai sarana belajar dan membangun diplomasi internasional, layaknya organisasi bervisi global.

12. Pada akhir Oktober 2017 kerjasama KPBI dengan panahan tradisional Turki, Okcular Vakfi resmi dilakukan. Pihak Okcular Vakfi bersama para petinggi organisasinya berkunjung ke KPBI di Jakarta, untuk kelanjutan kerjasama. Bentuk kerjasama meliputi pelatihan dan penyelenggaran event, salah satunya turnamen Fetih Kupasi Cup.

13. Pada Februari 2018 Ketua Umum KPBI Bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hadir dan ikut dalam konferensi World Ethnosport Confederation sekaligus terbentuknya organisasi ethnosport di Antalya, Turki.

14. Pada Maret 2018 KPBI mengirim anggota untuk belajar memperdalam panahan tradisional Turki selama 7 hari di Okcular Vakfi.

15. Pada 2018, atas arahan Dirjen Kebudayaan KPBI ditempatkan dibawah binaan Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal ini atas dasar panahan tradisional dan panahan berkuda, sebagaimana di negara-negara lain belum atau tidak masuk ke dalam jenis olahraga olimpiade tetapi lebih kepada budaya dan tradisi.

16. Pada 2017, 2018, dan 2019 KPBI secara rutin diundang oleh Okcuar Vakfi mengikuti Fetih Kupasi Cup. Prestasi KPBI saat 2018 berhasil jadi Juara III Fetih Kupasi Cup.

17. Pada Oktober 2017 Sekjen KPBI melakukan kunjungan ke Balikesir dan Ankara Turki untuk study banding dalam rangka mencari instruktur Horseback Archery bagi anggota KPBI. Kunjungan pertama ke Ertan Erkekoglu di Balikesir dan ke kantor Mamluk Archery (Alperen Alkan) di Ankara.

18. Pada Maret 2018 terealisasi pelatihan Horseback Archery yang dilakukan KPBI bersama Mamluk Archery di Jakarta.

19. Pada Februari 2019 selanjutnya diadakan pelatihan Horseback Archery untuk anggota KPBI bersama Ertan Erkekoglu di ASC Sumatra Barat.

20. Pada 2017 pada masa kepengurusan lama, disusun surat menyurat oleh Sekjen dan Dewan Pengawas, KPBI mendaftar sebagai anggota World Horseback Archery Federation (WHAF) dengan nama organisasi Indonesian Horseback Archery Sport Association (IHASA). Kemudian diperbaiki pada 2018 dengan kepengurusan baru. Pada 2017 dan 2018 KPBI, tidak berhasil mengikuti kejuaraan dunia Horseback Archery yang digelar WHAF di Korea Selatan karena terkendala visa.

21. Pada September 2019, KPBI secara resmi menjadi anggota World Horseback Archery Federation (WHAF) sekaligus untuk pertama kalinya ikut kejuaraan HBA di Korea.

22. Pada November 2019 KPBI membawa Indonesia Juara II Dunia Horseback Archery yang digelar WHAF di Iran.

23. Sepanjang 2018 – 219 sebagai visi penguatan organisasi, KPBI fokus pada penguatan internal dan Pendidikan anggota melaluli program Liga Hedef untuk panahan tradisional dan Liga Bulkiyo untuk panahan berkuda. Liga ini sebagai tuntutan KPBI sebagai world class organization yang wajib membina, mengedukasi, mengarahkan dan memfasilitasi para anggotanya untuk berprestasi baik tingkat nasional maupun internasional.

24. Dalam mengikuti event internasional baik panahan tradisional maupun panahan berkuda, bagi para wakil KPBI sepenuhnya menggunakan biaya pribadi dan biaya dari pengurus KPBI untuk anggota-anggota yang berprestasi. Atas perjuangan yang mandiri dan membawa nama Indonesia dalam diplomasi panahan tradisional dunia, tanpa menggunakan fasilitas negara ini, Direktur warisan dan Diplomasi Budaya, Dr. H, Nadjamuddin Ramli, M.Si atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengucapkan terima kasih kepada KPBI yang telah membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

25. Desember 2019, dikarenakan adanya kebutuhan komite khusus yang mengatur olahraga dan permainan tradisional, maka beberapa elemen Pemerintah RI membentuk Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) yang difasilitasi Badan Pembina Ideologi Pancasila. Didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam organisasi KPOTI ini KPBI turut dilibatkan sebagai pengurus.

26. Pada 2020, secara resmi KPBI memiliki Pusat Diklat Horseback Archery berstandar WHAF di ASC, Sumatra Barat. Untuk selanjutnya pada 2020 akan berdiri pusat diklat di Palembang, Bogor dan Banten.

27. Pada Januari 2020 KPBI secara resmi dilibatkan dalam menyusun program organisasi WHAF, dimana pelaksanaan rapatnya berlangsung di kantor pusat KPBI di Jakarta atas permintaan Presiden WHAF.

28. Dalam hal hubungan KPBI dengan organisasi panahan tradisional yang mulai tumbuh di tanah air, perlu dipahami bahwa KPBI bukan organisasi pemerintah yang punya wewenang dan kuasa untuk mengatur orang atau organisasi lain. Sesungguhnya organisasi yang berdiri adalah rekan sejawat yang bisa jadi teman dan mitra dalam mengembangkan organisasi secara Bersama. Saling bekerja fokus pada penguatan dan pengembangan organisasi masing-masing. KPBI menyadari wilayah Indonesia yang demikian luas tidak mungkin untuk dikelola sendiri. Masing-masing pihak bisa saling mendukung dan menguatkan sesuai kesesuaian visi dan misi.

29. Sebagai organisasi independen, KPBI memiliki kredo dan etika organisasi yang disepakati Bersama. Seseorang bisa mudah untuk bergabung juga mudah untuk keluar berdasarkan kesesuain aturan organisasi.

30. Dalam hal menerima anggota, kebijakan organisasi KPBI memutuskan tidak membuka pendaftaran atau recruitment. Mengapa demikian? Karena sampai saat ini sumberdaya KPBI terbatas. KPBI menyadari konsekuensi mengumpulkan anggota punya kewajiban untuk mendidik, mengawasi, dan mengarahkan serta memberikan hak dan kewajiban. Sehingga sampai saat ini kebijakan keanggotaan di KPBI masih berdasarkan rekomendasi.

31. Roda organisasi KPBI dalam hal membangun diplomasi nasional dan internasional sepenuhnya dilakukan oleh pengurus pusat atas biaya operasional pribadi. Tidak terikat oleh donor atau dukungan pihak tertentu. Namun demikian KPBI bangga membawa nama Indonesia dan berterima kasih atas dukungan dan sambutan para Duta Besar Indonesia di negara-negara yang dikunjungi KPBI, baik Asia dan Eropa.

32. Pencapaian KPBI sampai hari ini, berproses secara teratur dan sistematis dengan menggunakan sistem organisasi yang sederhana, lincah berbasis networking dengan kemampuan diplomasi yang baik tanpa merugikan pihak manapun.

33. Merespon, berbagai rumor tentang KPBI baik positif maupun negatif, sepenuhnya KPBI berterima kasih atas semua itu. KPBI berusaha terus berbenah dan memantaskan diri dalam menuju kinerja yang lebih baik. Namun demikian atas rumor yang beredar, hingga hari ini tidak ada individu atau organisasi yang melakukan komunikasi maupun datang langsung ke Kantor Pusat KPBI di Jakarta. Sehingga KPBI merasa tidak ada hal-hal negatif yang perlu diklarifikasi.

Demikian sekilas perjalanan KPBI sebagai organsasi pembelajar, sejak awal berdiri hingga hari ini. Penjelasan ini sebagai ikhtiar KPBI menjelaskan perjalanan organisasi kepada publik dan tidak untuk diperdebatkan. Saling memberi rasa hormat dengan fokus pada program kerja dan kebijakan organisasi masing-masing.

Wassalamu’allaikum wr wb

Salam hormat kami


Alda F Amtha (Ketua Umum KPBI)
Sunaryo Adhiatmoko (Sekjen KPBI)

sumber: Ihasa.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar